Sumbawa, 2 September 2026. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa menyelenggarakan Pelatihan Guru Pendamping Khusus (GPK) Sekolah Penyelenggara Pendidikan bagi Penyandang Disabilitas Tahun 2026, yang berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis, 2–3 September 2026, bertempat di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Bapak Ridwan, S.Pd. Hadir dalam kegiatan tersebut Bapak Iwan Satriawan, SE., M.Ak. selaku Kasubag Program dan penanggung jawab kegiatan, serta para peserta pelatihan.
Peserta kegiatan merupakan perwakilan guru dari sekolah-sekolah di Kabupaten Sumbawa yang memiliki peserta didik berkebutuhan khusus. Pelibatan para guru tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas sekolah dalam memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan setiap peserta didik.
Dalam sambutannya, Sekretaris Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa menyampaikan pentingnya peningkatan kompetensi guru dalam memberikan pendampingan kepada peserta didik berkebutuhan khusus. Keberadaan Guru Pendamping Khusus menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, ramah, serta memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh peserta didik.
“Setiap anak memiliki hak untuk memperoleh pendidikan yang layak dan sesuai dengan kebutuhannya. Karena itu, kompetensi guru dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus perlu terus diperkuat,” ujar beliau.
Sementara itu, Kasubag Program Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa, Bapak Iwan Satriawan, SE., M.Ak., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu langkah dan upaya dalam mencegah Anak Putus Sekolah (ATS), khususnya anak berkebutuhan khusus yang menempuh pendidikan di sekolah formal maupun sekolah inklusi.
“Kegiatan ini merupakan salah satu langkah atau upaya untuk mencegah Anak Putus Sekolah (ATS), terutama anak-anak berkebutuhan khusus yang bersekolah di sekolah formal maupun inklusi, sehingga mereka merasa nyaman, aman, dan semakin bersemangat untuk bersekolah,” ungkap Bapak Iwan.
Menurut beliau, lingkungan sekolah yang mampu memberikan rasa aman, nyaman, dan dukungan sesuai kebutuhan peserta didik menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pendidikan anak. Karena itu, peningkatan kapasitas guru dalam memberikan pendampingan diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kehadiran, partisipasi, dan keberlangsungan peserta didik di sekolah.
Kegiatan pelatihan menghadirkan Bapak Drs. Bujir, M.M.Inov. dan Ibu Linda Mariyanti, S.Pd. sebagai pemateri. Peserta mendapatkan pembekalan terkait pemahaman dan keterampilan yang dibutuhkan dalam mendampingi peserta didik berkebutuhan khusus di satuan pendidikan masing-masing.
Melalui pelatihan ini, Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa berharap para guru peserta dapat meningkatkan kemampuan dalam mengenali kebutuhan peserta didik, memberikan pendampingan yang tepat, serta membangun pembelajaran yang lebih inklusif dan adaptif.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menjadi bagian dari komitmen Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus, sekaligus mendorong terwujudnya pendidikan yang inklusif, aman, nyaman, berkeadilan, dan ramah bagi semua.








