Sumbawa 13 Februari 2026. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa terus memperkuat upaya mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa yang diwakili oleh Kabid Pembinaan SMP, Bapak Junaidi, S.Pd., M.Pd., menginisiasi komitmen bersama para Guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) SMP yang digelar di Pantai Mangrove Nanga Sira, Jumat (13/2/2026).
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal membangun kesepahaman dan gerak bersama dalam Gerakan Konektivitas Inklusif, sebagaimana mandat Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026, dengan menempatkan Guru BK sebagai garda terdepan dalam menciptakan budaya sekolah yang aman dan ramah bagi seluruh peserta didik.
Dalam arahannya, Bapak Junaidi menekankan pentingnya program yang terpola dan berbasis data untuk memetakan potensi kerawanan siswa SMP. Pemetaan tersebut meliputi identifikasi sasaran perundungan (bullying), kelompok eksklusif atau klik geng, hingga deteksi dini pengaruh kelompok negatif. Langkah sistematis ini dinilai krusial agar setiap sekolah memiliki instrumen pencegahan yang kuat dan layanan konseling yang proaktif serta berkeadilan.
“Dengan pemetaan yang akurat, Guru BK diharapkan mampu melakukan intervensi sejak dini sebelum potensi konflik berkembang menjadi persoalan yang lebih serius,” tegasnya.
Lebih lanjut disampaikan, keberhasilan gerakan ini sangat bergantung pada peran Kepala Sekolah SMP sebagai manajer ekosistem pendidikan. Kepala Sekolah diminta memberikan dukungan penuh, baik secara struktural maupun kebijakan, agar program yang dirancang Guru BK dapat terinternalisasi dalam budaya sekolah. Sinergi antara kebijakan Kepala Sekolah dan langkah teknis Guru BK menjadi kunci dalam memastikan ketersediaan sumber daya dan ruang yang mendukung kesejahteraan siswa secara menyeluruh.
Sebagai tindak lanjut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa menugaskan MGBK SMP untuk membentuk tim khusus yang akan menyusun panduan implementasi teknis Gerakan Konektivitas Inklusif. Panduan ini akan menjadi rujukan bersama bagi seluruh SMP di Kabupaten Sumbawa dalam mewujudkan sekolah yang aman dan inklusif.
Mengusung tagline “No One Left Behind, Everyone’s a Friend”, gerakan ini menegaskan komitmen bahwa tidak boleh ada siswa yang terabaikan, serta memastikan setiap anak memperoleh perlindungan, rasa aman, dan ruang tumbuh yang setara di lingkungan sekolah.

